Rabu, 01 Februari 2017

Asuhan Kebidanan Intra Natal Care Fisiologi



MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL CARE FISIOLOGI
PADA NY “ A “ DENGAN PRESENTASE KEPALA
DI PUSKESMAS BATUA MAKASSAR
TANGGAL 22 JULI 2016


No. Register              : 1050/VI
Tanggal Masuk          : 22 Juli 2016                         Jam     : 09:40 Wita
Tanggal Partus          : 22 Juli 2016                         Jam     : 12:00 Wita
Tanggal Pengkajian  : 22 Juli 2016                         jam      : 09:50 Wita
Nama Pengkaji         : Yulia Marwa

LANGKAH I. IDENTIFIKASI DATA DASAR
A.     Identitas Istri / Suami
Nama                               : Ny “ A “ / Tn “ S
Umur                                : 32 tahun / 40 tahun
Nikah / Lamanya            : 1 X / ± 7 tahun
Suku                                : Bugis/Bugis
Agama                            : Islam / Islam
Pendidikan                     : SE / SMA
Pekerjaan                       : IRT /  Wiraswasta
Alamat                             : Jln. Borong Raya Baru No 5 Makassar
B.     Tinjauan ANC
1.      GIII PII A0
2.    HPHT : 1 November 2015
3.    TP : 08 Juli 2016
4.    Pergerakan janin pertama kali dirasakan oleh ibu sejak usia kehamilan 4 bulan.
5.    Janin bergerak kuat pada perut sebelah kiri ibu
6.    Ibu memeriksakan kehamilannya secara rutin
7.    Ibu mengatakan mengkonsumsi tablet FE selama hamil
C.    Data Biologis / Fisiologis
1.    Keluhan utama : sakit perut tembus kebelakang disertai pelepasan lendir dan darah
2.    Riwayat keluhan utama :
a.    Sifat keluhan hilang timbul (tidak menetap) hingga mengganggu aktivitas ibu
b.    Mulai dirasakan sejak tanggal 22 Juli 2016, jam 04.00 WITA
c.    Usaha ibu untuk mengatasi nyeri pada perut dengan mengelus – elus dan menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya
d.    Lokasi keluhan mulai dari perut menyebar kebelakang

D.    Riwayat Kesehatan / Penyakit Yang Lalu dan Sekarang
1.    Tidak ada riwayat penyakit DM, jantung, hipertensi, malaria dan asma.
2.    Tidak ada riwayat operasi.
3.    Tidak ada riwayat penyakit kejang, alergi makanan serta ketergantungan obat-obatan, alkohol dan rokok.
4.    Tidak ada riwayat PMS

E.     Riwayat Reproduksi
1.  Riwayat haid
a.    Menarche             : 14 tahun
b.    Siklus haid           : 28 – 30 hari
c.    Lamanya haid      : 46 hari
d.    Dismenorhea       : tidak ada
2.  Riwayat obstetric
a.    Ibu tidak pernah meraskan nyeri yang hebat selama kahamilannya
b.    Ibu tidak pernah mengalami salah satu dari tanda-tanda  bahaya dalam kehamilan.
3.  Riwayat ginekologi
Tidak pernah mengalami penyakit kandungan dan PMS
4.  Riwayat KB
Ibu pernah menjadi akseptor KB implant sebelumnya
F.     Riwayat Persalinan Lalu
1.    Anak pertama lahir tahun 2006, ditolong oleh bidan, jenis kelamin perempuan, BBL 2600 gram, hidup
2.    Anak kedua lahir tahun 2013, ditolong oleh bidan, jenis kelamin perempuan BBL 2800 gram, hidup.
3.    Anak ketiga kehamilan sekarang 2016
G.    Riwayat Sosial, Ekonomi, Psikologi dan Spiritual
1.  Menikah 1 kali dengan suami sekarang dengan status yang sah.
2.  Kehailan ini direncanakan dengan suami.
3.  Pengambilan keputusan dalam keluarga adalah suami.
4.  Segala kebutuhan keluarga dipenuhi oleh suami serta biaya persalianan sudah disiapkan.
5.  Hubungan istri dan suami beserta keluarga baik dan harmonis.
6.  Ibu dan keluarga rajin beribadah dan berdoa untuk keselamtan diri, janin dan keluarga. 
H.     Riwayat Pemenuhan Kebutuhan Dasar
1.    Kebutuhan nutrisi
a.    Kebiasaan selama hamil
Makan : 3 X sehari dengan porsi 1 piring ( nasi, ayur, ikan, tempe/tahu dan buah-buahan )
Minum : 6 – 8 gelas / hari
b.    Selama inpartu
Makan : ibu mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan nafsu makan ibu agak menurun.
Minum : 3 – 4 gelas ditambah dengan susu / teh manis
2.    Kebutuhan eliminasi
a.    Kebiasaan selama hamil
BAK :
Frekuensi       : 3 – 5 kali sehari
Warna             : kekuningan
Bau                 : amoniak
BAB :
Frekuensi       : 1 – 2 kali sehari
Warna             : kuning kecoklatan
Bau                 : amoniak
Konsistensi    : padat
b.    Selama inpartu
BAK :
Frekuensi       : 3 kali
Warna             : kuning
Bau                 : amoniak
BAB : -
3.    Kebutuhan istirahat
a.    Kebiasaan selama hamil
Tidur siang     : ± 1 – 2 jam
Tidur malam   : ± 7 – 8 jam
b.    Selama inpartu
Selama ± 3 jam ibu tidak dapat beraktivitas, istirahat / tidur dengan tenang karena rasa sakit yang dirasakan pada perutnya.
4.    Personal hygiene
a.    Kebiasaan selama hamil
Mandi              : 2 kali sehari
Keramas        : 1 kali sehari
Sikat gigi        : 2 – 3 kali sehari
Ibu mengganti baju / pakaian dalam setiap selesai mandi / basah

b.    Selama inpartu
Sebelum berangkat kepuskesmas, ibu sudah mandi, gosok gigi, BAB / BAK dan mengganti pakaian dalam.

I.       Pemeriksaan Fisik
1.    Keadaan umum ibu baik
2.    Kesadaran composmentis
3.    TTV : TD        : 100 / 70 mmHg           P      : 20 x / i
N          : 80 x / i                         S       : 36,5 ºC
4.    Hasil pengukuran :
BB : 68 kg     , PB : 154 cm    ,Lila : 30 cm
5.    Inspeksi, palpasi, dan auskultasi
a.    Kepala
Bersih, rambut tidak rontok,tidak ada ketombe, tidak ada nyeri tekan dan benjolan.
b.    Wajah / muka
Ekspresi ibu tampak meringis kesakitan pada saat ada his, tidak ada cloasma gravidarum dan oedema.
c.    Mata
Simetris kiri-kanan, konjungtiva merah muda dan sklera putih bersih.
d.    Hidung
Tidak ada secret dan nyeri tekan serta tidak ada polip.
e.    Mulut dan gigi
Bibir tidak pecah-pecah, lembab, mulut bersih, gigi lengkap, dan tidak ada caries.
f.      Telinga
Simetris kiri-kanan, tidak ada secret dan tidak ada serum
g.    Leher
Tidak ada pembengkakan pada kelenjar tiroid dan limfe serta tidak ada pembesaran vena jugularis.

h.    Payudara
Simetris kiri-kanan, puting menonjol, hiperpigmentasi pada aerola mammae, clostrum ada saat aerola dipencet, tidak ada nyeri tekan dan benjolan.
i.      Abdomen
Pembesaran perut sesuai umur kehamilan, tampak linea nigra, striae lipida, tonus otot tegang dan tidak terdapat bekas operasi.
Pemeriksaa leopold :
Leopold I        : 3 jrbpx ( 32 cm )
Leopold II        : puka
Leopold III       : kepala
Leopold IV      : divergen ( BDP )
LP : 92 cm
TBJ : TFU X LP
32 x 92  = 2900 gram
DJJ : Terdengar kuat dan teratur pada kuadran kiri bawah dengan frekuensi 143 x / i
j.      Ekstermitas bawah
Tidak terdapat varises dan oedema, serta refleks patella kiri-kanan( + )
k.    Pemeriksaan dalam / vagina toucher ( VT ) pada pukul 09.40 Wita :
1.    Vulva dan vagina            : T.A.K
2.    Porsio                              : sedang
3.    Pembukaan                    : 7 cm
4.    Ketuban               : utuh
5.  Presentase                : kepala
6.  Molase                        : 0 / tidak ada
7.  Penurunan                  : H III
8.  Penumbungan           : tidak ada
9.  Kesan panggul          : normal
10.                Pelepasan     : lendir dan darah

LANGKAH II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL
Diagnosa : GII PI A0, gestasi 38 minggu 5 hari,situs memanjang, puka, presentase kepala, BDP (divergen), tunggal, hidup, intra uteri, keadaan ibu dan janin baik, inpartu kala I fase aktif.

1.  GII PI A0
DS : Ibu mengatakan ini kehamilannya yang kedua dan tidak pernah    mengalami keguguran
DO :
Tonus otot tegang
Tampak striae alba dan linea nigra
Pada pemeriksaan leopold didapatkan :
Leopold I      : 3 jrbpx ( 40 cm )
Leopold II     : puka
Leopold III    : kepala
Leopold IV   : BDP ( divergen )
DJJ : 143 x / i
Analisa dan interprestasi data
a.  Tanda pasti kehamilan yaitu adanya pergerakan janin, terdengar DJJ dengan menggunakan lenek / doppler dan tampak kerangka janin pada pemeriksaan USG dan contgen serta teraba bagian janin saat dilakukan pemeriksaan leopold.
b.  Pada kehamilan yang kedua didukung dengan adanya striae albicans yang timbul akibat pecahnya pembuluh darah perifer, otot perut menegang hingga timbul guratan-guratan putih dan linea nigra merupakan garis pigmentasi dari simpisis pubis sampai fundus ( garis tengah tubuh yang berwarna coklat). ( wikmosastro. H.2005 ).
2.  Situs memanjang
DS  : ibu mengatakan janinnya bergerak kuat pada kuadran kiri
DO : Leopold I      : Teraba Bokong di fundus TFU 3jrbpx ( 32 cm )
         Leopold II     : Pu-Ka
         Leopold III     : Kepala
         Leopold IV   : BDP
Analisa dan interpretasi data
a.    Leopold I teraba bokong di daerah fundus dan leopold III teraba bagian kepala. Hal ini menandakan dalam keadaan memanjang
b.    Leopold II perut ibu sebelah kanan teraba tekanan keras dan lebar yang menandakan punggung ( obstetric Fisiologi Pajajaran hal 142-105 )
c.    Djj terdengar jelas pada punggung janin yang terletak di sebelah kanan ibu
3.  Gestasi 39 Minggu 6 Hari
DS  : ibu mengatakan umur kehamilannya 9 bulan
HPHT tanggal 25 mei 2013
DO :
·      TP     : 1 maret 2014
·      TFU  : 3 jrbpx ( 40 cm )
·      Tanggal pengkajian : 28 februari 2014, jam 02.10 WITA
Analisa dan interprestasi data
       Menurut rumus neagle dengan HPHT : 25 mei 2013 sampai dengan tanggal persalinan 28 februari 2014 maka didapatkan masa gestasi 39 minggu 6 hari   ( sinopsis obstetric, Muchtar, Hal. 43. 2009 ).



4.  Puka
DS  : ibu mengatakan janinnya bergerak kuat pada perut sebelah kiri
DO : pada palpasi leopold II teraba bagian keras, lebar, datar, dan memanjang seperti papan pada sebelah kanan perut ibu. Ini menandakan puka dan DJJ terdengar jelas pada kuadran kanan.
Analisa dan interprestasi data
       Bagian-bagian kecil yaitu lengan dan tungkai. Pada auskultasi DJJ terdengar jelas pada kuadran kanan perut ibu, dimana DJJ hanya terdengar pada bagian punggung janin serta pada sebelah kiri teraba bagian-bagian kecil dari janin ( Prof.dr.Rustan Mochtar, MPH.2004.synopsis Obstetric, hal . 53 ).
5.  Presentase Kepala
DS  :   -
DO : Pada palpasi leopold III teraba bagian keras, bundar dan melenting   (kepala) pada bagian bawah perut.
Analisa dan interprestasi data
       Apabila pada daerah simpisis kedua bagian teraba bulat, melenting serta tidak mudah digerakkan, ini menandakan bagian terendah janin adalah kepala dan pada fundus teraba lunak dan tidak melenting, ini menandakan bokong  (Obstetric Fisiologi, hal 165 – 166 .tahun 2010).
6.  BDP ( Divergen )
DS  : -
DO : pada palpasi leopold VI kedua ujung jari tidak bertemu dan kepala telah bergerak didalam panggul.
Analisa dan interprestasi data
       Bagian yang teraba pada leopold IV yakni kepala janin yang sudah masuk kerangka panggul atau bergerak dalam panggul ( divergen ) dan kedua tangan sudah tidak bisa bertemu sehingga tidak dapat digerakkan ( Obstetric Fisiologi, hal 165 – 166. 2008 ).


7.  Tunggal
DS :  ibu merasakan pergerakan janin hanya pada satu sisi daerah perut sebelah kiri.
DO :
a.    DJJ terdengar jelas pada kuadran kanan bawah perut ibu dengan frekuensi 143 x / i
b.    Saat palpasi teraba hanya satu bagian keras dan bundar yaitu kepala dan teraba satu bagian lunak yaitu bokong.
Analisa dan interprestasi data
       Pembesaran perut sesuai umur kehamilan dan pada palpasi teraba satu kepala, satu punggung, satu bokong serta pada saat auskultasi DJJ terdengar jelas disatu sisi dimana menandakan janin tunggal ( Manuaba , 153 ).
8.  Hidup
DS  : ibu merasakan pergerakan janinnya kuat
DO :
a.    DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadran kanan bawah dengan frekuensi 143 x / i
b.    Saat di palpasi dapat dirasakan pergerakan janin
Analisa dan interprestasi data
a.    Salah satu tanda pasti janin hidup adalah pergerakan janin sudah dirasakan pada usia kehamilan 4 bulan untuk multigravida.
b.    Auskultasi DJJ terdengar jelas, frekuensi 143 x / i menandakan janin hidup ( Manuaba, 151 ).
9.  Intra Uteri
DS  :
Ibu mengatakan tidak pernah merasakan nyeri perut yang hebat selama hamil.
Ibu tidak merasa nyeri ketika dipalpsi
DO :
Pembesaran perut sesuai umur kehamilan
Teraba bagian-bagian janin yaitu kepala, punggung dan ekstermitas
Analisa dan interprestasi data
       Tanda kehamilan intra uteri yaitu pada saat dipalpasi abdomen ibu tidak merasakan nyeri dan teraba bagian-bagian janin yaitu kepala, punggung dan ekstermitas janin ( Ilmu kebidanan Sarwono, hal 212 tahun 2004 ).

10.         Keadaan Ibu dan Janin Baik
DS  :
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit serius seperti DM,   jantung dan hipertensi.
Ibu mengatakan pergerakan janinnya kuat.
DO :
Penampilan ibu tampak sehat ( wajah tidak pucat )
Keadaan emosi ibu stabil
Konjungtiva merah muda dan sclera putih bersih
Auskultasi DJJ terdengar jelas dengan frekuensi 143 x / i
TTV : TD      : 120 / 80 mmHg
  N        : 82 x / i
  P        : 18 x / i
  S        : 36,5 ºC
Analisa dan interprestasi data
a.    Keadaan umum ibu baik dengan tanda-tanda vital dalam batas normal (stabil) dimana menandakan ibu dalam keadaan baik ( Sarwono, hal. 232 ).
b.    DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur dengan frekuensi 120 – 160 x / i serta pergerakan janin yang kuat dirasakan ibu dimana menandakan bahwa janin baik ( Asuahan Kebidanan Dalam Konsep Keluarga, hal. 76. 2008 ).

11.  Inpartu Kala I Fase Aktif
DS :
Ibu mengatakan nyeri perut tembus kebelakang
Ibu mengatakan umur kehamilannya 9 bulan
Ibu mengatakan ada pelepasan lendir dan darah
DO :
a.  VT I tanggal 22 Juli 2016, jam 09.40 Wita
a.  Vulva dan vagina            : T.A.K
b.  Porsio                              : tebal
c.   Pembukaan                    : 7 cm
d.  Ketuban                           : utuh
e.  Presentase                     : kepala
f.    Molase                            : 0 / tidak ada
g.  Penurunan                       : H III
h.   Penumbungan                : tidak ada
i.    Kesan panggul               : normal
j.    Pelepasan                      : lendir dan darah
Analisa dan interprestasi data
a.    Saat kehamilan terjadi peningkatan lendir pada serviks, sehingga pada saat kontraksi segmen bawah rahim tegang dan tertarik sehingga lendir serviks ( blody show ) akan keluar melaui vagina sebagai tanda mulai persalinan.
b.    Pada pemeriksaan dalam / VT telah didapat pembukaan 5 cm, dimana itu menandakan ibu dalam keadaan inpartu kala I fase aktif.
c.    Nyeri disebabkan oleh anoksia sel-sel otot yang terjadi pada waktu kontraksi akibat dari tekanan pada ganglion servikalis dari flekus frankealuser yang mengakibatkan terjadinya kontraksi ( Ilmu kebidanan, hal. 181 . 2010 ).


LANGKAH III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
Tidak ada data yang menunjang untuk terjadi masalah potensial.

LANGKAH IV. TINDAKAN SEGERA / KOLABORASI
Tidak ada indikasi untuk perlunya tindakan emergency / kolaborasi

LANGKAH V. RENCANA TINDAKAN
Tujuan :
1.  Kala I berlangsung normal
2.  Keadaan ibu dan janin baik
Kriteria :
1.  Fase aktif berlangsung ± 3 jam
2.  Kontraksi uterus semakin sering dan durasi makin lama ( 4 kali dalam 10 menit, dengan durasi > 40 detik )
3.  Tanda-tanda vital dalam batas normal
TD  :
Sistole          : 100 – 120 mmHg
Diastole        : 70 – 90 mmHg
N     : 60 – 80 x / i
P     : 16 – 24 x / i
S     : 36,5 – 37,5 ºC
3. DJJ dalam batas normal 120 – 160 x / i
Intervensi / Rencana Tindakan
Tanggal 22 Juli 2016
1.     Informasikan ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan
       Rasional  : dengan menyampaikan hasil pemeriksaan akan memberikan ketenangan dan rasa nyaman pada ibu dan keluarga.
2.     Ajakan ibu tekhnik relaksasi bila terjadi his
       Rasional  : pada saat terjadi kontraksi dan adanya keteganan yang hebat, maka keteganan ini akan berkurang dengan adanya pengaturan nafas. Terutama pada saat pengeluaran nafas melalui mulut, bukan hidung.
3.     Anjurkan ibu untuk berbaring dengan posisi miring
       Rasional  : untuk mencegah terjadinya penekanan pada vena cava inferior yang dapat menyebabkan aliran darah yang membawa oksigen dari ibu kejanin tidak lancar.
4.     Anjurkan kepada ibu untuk mengosongkan kandung kemih
       Rasional  : kandung kemih yang penuh dapat menghambat penurunan kepala dan memberi ketidaknyamanan pada ibu.
5.     Ajarkan kepada ibu cara mengedan yang baik dan benar
       Rasional  : jika ibu sudah mengetahui cara mengedan yang baik maka proses kala II, penolong bisa dengan mudah memimpin persalinan.
6.     Beri intake cairan nutrisi yang adekuat
       Rasional  : dengan intake cairan yang adekuat dapat memberikan energi pada ibu sehingga tidak terjadi dehidrasi dan kelelahan dalam pemakaian cadangan kalori yang berlebihan.
7.     Pantau keadaan janin tiap 30 menit
       Rasional  : untuk mengetahui keadaan / kesejahteraan janin
8.     Pemantauan kemajuan persalinan tiap 4 jam atau apabila ada indikasi
       Rasional  : untuk mengetahui persalinan berlangsung normal atau tidak.
9.     Pemantauan keadaan ibu melalui TTV
Rasional  : untuk mengetahui keadaan ibu
10.  Berikan support pada ibu
Rasional  : agar ibu optimis dan semangat dalam menghadapi persalinan.





LANGKAH VI. IMPLEMENTASI
Tanggal 22 Juli 2016

1.     Menyampaikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga, dan ibu merasa senang setelah mengetahui keadaannya dan janinnya baik
2.     Menjelaskan pada ibu tentang penyebab nyeri yang dirasakan, bahwa nyeri yang dirasakan timbul karena tertekannya ujung syaraf. Syaraf sewaktu uterus atau rahim berkontraksi sehingga menyebabkan timbulnya rasa sakit serta kepala janin yang semakin maju, serviks teregang mendatar dan tertarik, dan ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
3.     Menganjurkan ibu untuk relaksasi jika ada his, dengan cara menarik nafas melalui hidung dan keluarkan melalui mulut
4.     Menganjurkan ibu untuk berbaring dengan posisi miring
5.     Menganjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemih
6.     Mengajarkan ibu cara mengedan yang baik dan benar
7.     Memberikan intake nutrisi cairan yang adekuat
8.     Memantau keadaan janin
9.     Memantau kemajuan persalinan
Hasil : VT pada tanggal 22 Juli 2016, jam 11.50 Wita
1.    Vulva dan Vagina                 :  T.A.K
2.    Porsio                                    : Tidak teraba
3.    Pembukaan                          : 10 cm
4.    Ketuban                                 : melesap
5.    Presentase                           : kepala
6.    Penurunan                             : H III-H IV
7.    Molase                                  : -
8.    Penumbungan                      : -
9.    Kesan panggul                     : normal
10. Pelepasan                            : Lendir dan darah

10.  Memantau keadaan ibu melalui observasi TTV :
Hasil :   TD          :120 / 80 mmHg
N            : 82 x / i
P                        : 18 x / i
S                        : 36,5 ºC
11.  Memberikan support pada ibu baik secara mental maupun spiritual

LANGKAH VII. EVALUASI
Tanggal 28 februari 2014, jam 06.00 WITA

1.     Kala I fase aktif berlangsung normal ditandai dengan :
a.    Pada kala I dari pembukaan 4 cm sampai dengan 10 cm tidak lebih dari 4 jam
2.     Keadaan ibu dan janin baik ditandai dengan :
TD            :110 / 80 mmHg            P : 20 x / i           DJJ : 143 x / i
N              : 82 x / i                         S : 36, 5 ºC
3.     His 4 X 10 menit dengan durasi 40 – 45 detik
4.     Ibu dapat beradaptasi dengan nyeri









PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL
PADA NY “ A “ DENGAN KALA I PERSALINAN
DI PUSKESMAS BATUA MAKASSAR
TANGGAL 22 JULI 2016

No. Register              : 1050/VI
Tanggal Masuk          : 22 Juli 2016                         Jam     : 09:40 Wita
Tanggal Partus          : 22 Juli 2016                         Jam     : 12:00 Wita
Tanggal Pengkajian  : 22 Juli 2016                         jam      : 09:50 Wita
Nama Pengkaji         : Yulia Marwa

Identitas Istri / Suami
Nama                               : Ny “ A “ / Tn “ S
Umur                                : 32 tahun / 40 tahun
Nikah / Lamanya            : 1 X / ± 7 tahun
Suku                                : Bugis/Bugis
Agama                            : Islam / Islam
Pendidikan                     : SE / SMA
Pekerjaan                       : IRT /  Wiraswasta
Alamat                             : Jln. Borong Raya Baru No 5 Makassar

Data Subjektif ( S )
1.    HPHT tanggal 25 mei 2013, TP tanggal 1 maret 2014
2.    Ibu mengatakan ini kehamilannya yang kedua dan tidak pernah keguguran
3.    Umur kehamilan ibu 9 bulan
4.    Ibu mengatakan pergerakan janinnya lebih kuat pada kuadran kiri perut ibu
5.    Ibu mengatakan tidak pernah mengalami keluhan serius selama hamil
6.    Ibu mengatakan nyeri perut tembus kebelakang disertai pelepasan lendir dan darah sejak tanggal 28 februari 2014, jam 23.00 WITA
7.    Ibu mengatakan rasa nyeri yang dirasakannya itu sifatnya hilang timbul
Data Objektif ( O )
1.  Keadaan umum ibu baik, kesadaran composmentis
2.  Masa gestasi 39 minggu 6 hari
3.  Tonus otot tampak kendor
4.  Kontraksi uterus : his interval 4 kali dalam 10 menit dengan durasi 40 – 45 detik
5.  Pemeriksaan leopold :
a.  Leopold I           : 3 jrbpx ( 32 cm )
b.  Leopold II          : puka
c.   Leopold III         : kepala
d.  Leopold            IV         : BDP ( divergen )
6.  DJJ terdengar jelas dan teratur pada kuadran kanan bawah perut ibu dengan frekuensi 143 x / i
7.  TTV : TD    : 110 / 80 mmHg           P      : 20 x / i
 N      : 80 x / i                         S       : 36,5 ºC
Hasil : VT pada tanggal 22 Juli 2016, jam 11.50 Wita
1.    Vulva dan Vagina                 :  T.A.K
2.    Porsio                                    : Tidak teraba
3.    Pembukaan                          : 10 cm
4.    Ketuban                                 : melesap
5.    Presentase                           : kepala
6.    Penurunan                             : H III-H IV
7.    Molase                                  : -
8.    Penumbungan                      : -
9.    Kesan panggul                     : normal
10. Pelepasan                            : Lendir dan darah

Asessment ( A )
Diagnosa : GII PI A0, gestasi 38 minggu 3 hari, situs memanjang puka, presentase kepala, BDP (divergen), tunggal, hidup, intra uteri, keadaan ibu dan janin baik, inpartu kala I fase aktif.
Planning ( P )
Tanggal 22 Juli 2016

1.     Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa keadaan ibu serta janinnya baik dan ibu serta keluarga merasa senang
2.     Menjelaskan kepada ibu penyebab dari rasa nyeri yang dirasakan ibu yakni rasa nyeri timbul karena tertekannya ujung – ujung saraf sewaktu uterus atau rahim berkontraksi.
3.     Menganjurkan ibu untuk berbaring dengan posisi miring
Hasil : ibu mengerti dan mau melakukannya
4.     Mengajarkan ibu teknik relaksasi jika terjadi his, dengan cara menarik nafas melalui mulut
Hasil : ibu mengerti dan mau melakukannya
5.     Memberikan intake dan hidrasi saat his berkurang, beri makanan / minuman pada ibu agar ada tenaga untuk meneran
Hasil : ibu mau melakukan
6.     Memberikan support dan motivasi pada ibu untuk selalu semangat dan berbesar hati dalam menjalani proses persalinan
7.     Memantau kemajuan persalinan
Hasil : terlampir pada partograf







PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL
PADA NY “ A “ DENGAN KALA II PERSALINAN
DI PUSKESMAS BATUA MAKASSAR
TANGGAL 22 JULI 2016

No. Register              : 1050/VI
Tanggal Masuk          : 22 Juli 2016                         Jam     : 09:40 Wita
Tanggal Partus          : 22 Juli 2016                         Jam     : 12:00 Wita
Tanggal Pengkajian  : 22 Juli 2016                         jam      : 09:50 Wita
Nama Pengkaji         : Yulia Marwa

Data Subjektif ( S )
1.  Ibu merasa nyeri perut tembus kebelakang semakin bertambah kuat
2.  Ibu merasa adanya dorongan kuat untuk meneran
3.  Ibu merasa ingin BAB

Data objektif ( O )
1.  Tampak vulva dan anus membuka
2.  Perineum menonjol
3.  TTV : TD    : 110 / 80 mmHg              P   : 20 x / i
                 N     : 80 x / i                            S    : 36,5 ºC
4.  DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadran kanan bawah perut ibu dengan frekuensi 143 x / i
5.  His adekuat 4 kali dalam 10 menit dengan durasi 40 – 45 detik
Hasil : VT pada tanggal 22 Juli 2016, jam 11.50 Wita
1.    Vulva dan Vagina                 :  T.A.K
2.    Porsio                                    : Tidak teraba
3.    Pembukaan                          : 10 cm
4.    Ketuban                                 : melesap
5.    Presentase                           : kepala
6.    Penurunan                             : H III-H IV
7.    Molase                                  : -
8.    Penumbungan                      : -
9.    Kesan panggul                     : normal
10. Pelepasan                            : lender dan darah
Assesment ( A )
Inpartu kala II

Planning ( P )
Tanggal 22 Juli 2016
1.    Mendengar dan melihat tanda dan gejala kala II persalinan
2.    Pastikan kelengkapan peralatan, bahan dan obat-obatan esensial
3.    Memakai celemek plastic
4.    Mencuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir
5.    Memakai sarung tangan DTT untuk periksa dalam
6.    Menghisap oksitosi kedalam spuit kemudian letakkan kedalam bak partus
7.    Membersihkan vulva dan vagina dengan kapas DTT
8.    Melakukan pemeriksaan dalam ( VT ) jam 11.50 Wita
a.    Vulva dan vagina             : T.A.K
b.    Porsio                                           : Tidak teraba
c.    Pembukaan                                 : 10 cm
d.    Ketuban                                        : melesap
e.    Presentase                                  : kepala
f.      Penurunan                                    : HIV
g.    Molase                                         : -
h.    Penumbungan                             : -
i.      Kesan panggul                            : Normal
j.      Pelepasan                                   : Lendir dan darah
9.    Mendokumentasi sarung tangan kedalam larutan clorin 0,5%
10. Mendengarkan Djj saat tidak ada his dan pastikan tidak ada his
11. Memberitahukan kepada ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik
12. Membantu keluarga menyiapkan posisi meneran
13. Melakukan pimpinan meneran pada sat ibu mempunyai dorongan kuat untuk meneran
14. Anjurkan ibu untuk berjalan,berjongkon,dan mengambil posisi nyaman
15. Meletakkan handuk bersih diatas perut ibu untuk membersihkan bayi
16. Meletakkan kai bersih 1/3 bagian dibawah bokong ibu
17. Membuka bak partus
18. Memakai sarung tangan
19. Setelah tampak bayi muncul dengan diameter 5-6 cm, membuka vulva, lindungi perineum dengan tangan kanan, tangan kiri menahan belakang kepala menganjurkan ibu meneran perlahan
20. Memeriksa lilitan tali pusat
21. Menunggu putaran paksi luartal lahirkan bahu depan dan belakang
22. Setelah putaran paksi luar selesai, pegang kepala bayi secara biparetal lahirkan bahu depan dan belakang
23. Setelah kedua bahu lahir, geser tangan kebawah untuk menopag kepala dan bahu gunakan tangan atas untuk menelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas
24. Setelah tubuh dan lengan lahir, penelusuran tangan atas berlanjut kepunggung, bokong, tungkai, dan kaki, pegang kedua mata kaki
25. Melakukan penilaian ( sepintas )
26. Mengeringkan tubuh bayi kecuali kedua tangan tanpa membersihkan verniks, ganti handuk/kain yang kering
27. Memastikan janin tunggal
28. Memberitahu bahwa ia akan disuntik
29. Menuntikan oksitosin 10 Iu mm di 1/3 paha distal lateral paha
30. Menjepit tali pusat
31. Menggunting tali pusat
32. Melakukan kontak kulit dengan menelungkupkan bayi diatas dada ibu



















PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL
PADA NY “ A “ DENGAN KALA III PERSALINAN
DI PUSKESMAS BATUA MAKASSAR
TANGGAL 22 JULI 2016


No. Register              : 1050/VI
Tanggal Masuk          : 22 Juli 2016                         Jam     : 09:40 Wita
Tanggal Partus          : 22 Juli 2016                         Jam     : 12:00 Wita
Tanggal Pengkajian  : 22 Juli 2016                         jam      : 09:50 Wita
Nama Pengkaji         : Yulia Marwa


Data Subjektif ( S )
1.  Ibu melahirkan jam 12.00 WITA
2.  Ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah

Data Objektif ( O )
1.  Ibu melahirkan jam 12.00 Wita dengan PBK, segera menangiis, BBL : 3100 gram, PB : 48 cm, JK : ♀, A/ S : 8 / 10, LK : 32 cm, LD : 33 cm, LP : 31 cm
2.  Kontraksi uterus ( his ) baik, teraba bundar dan keras pada perut ibu
3.  TFU setinggi pusat
4.  Tampak tali pusat bertambah panjang
5.  Adanya semburan darah
Assesment ( A )
Inpartu kala III



Planning ( P )
Tanggal 22 Juli 2016

33.  Memeriksa fundus uteri untuk memastikan kehamilan tunggal / ganda
Hasil : kehamilan tunggal
34.  Menyuntikan oxytosin 10 unit ( IM ) 1 / 3 bagian paha kanan atas ibu Memindahkan klem pada tali pusat sekitar 5 – 10 cm dari vulva.
35.  Meletakkan satu tangan diatas perut ibu untuk melakukan palpasi his ( pada bagian atas os Pubis ).
36.  Melakukan peregangan tali pusat terkendali pada saat uterus berkontraksi dan PTT dilakukan kearah bawah dengan lembut dan tangan yang satu melakukan dorso kranial dengan hati – hati.         
37.  Setelah plasenta terlepas, meminta ibu meneran sambil menarik tali pusat kearah bawah kemudian keatas mengikuti arah janin lahir sambil meneruskan tekanan berlawanan arah pada uterus.
38.  Menjemput plasenta dengan kedua tangan saat nampak pada vulva dan dengan hati – hati memutar plasenta searah jarum jam sehingga se;aput ketuban terpilin dan dengan lembut serta perlahan melahirkan selaput kotiledon tersebut.
39.  Melakukan masase fundus uteri segera setelah plasenta lahir dengan meletakkan telapak tangan difundus dan melakukan gerakan masase melingkar hingga utterus berkontraksi.
40.  Memeriksa kelengkapan plasenta.
41.  Memeriksa robekan jalan lahir.
42.  Melakukan penjahitan dengan catgut.






PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL
PADA NY “ A “ DENGAN KALA IV PERSALINAN
DI PUSKESMAS BATUA MAKASSAR
TANGGAL 22 JULI 2016


No. Register              : 1050/VI
Tanggal Masuk          : 22 Juli 2016                         Jam     : 09:40 Wita
Tanggal Partus          : 22 Juli 2016                         Jam     : 12:00 Wita
Tanggal Pengkajian  : 22 Juli 2016                         jam      : 09:50 Wita
Nama Pengkaji         : Yulia Marwa

Data Subjektif ( S )
1.  Ibu mengatakan masih merasakan nyeri perut bagian bawah
2.  Ibu merasa kelelahan dan nyeri pada luka perineum

Data Objektif ( O )
1.  Plasenta lahir lengkap 12.10WITA
2.  Kontraksi uterus baik, teraba / terasa keras dan bundar
3.  Pendarahan ± 150 CC
4.  Kandung kemih kosong
5.  TFU setinggi pusat
6.  Ibu tampak kelelahan
7.  TTV : TD    : 110 / 70 mmHg           P      : 20 x / i
                N     : 80 x / i                         S       : 36,5 ºC

Assesment ( A )
Inpartu kala IV



Planning ( P )
Tanggal 22 Juli 2016

43.  Mengobservasi kontraksi, baik, bundar, dan teraba keras
44.  Membiarkan bayi melakukan kontak kulit didada ibu paling sedikit 1 jam
45.  Menimbang dan melakukan pemeriksaan fisik pada bayi, beri tetes mata antibiotik prolaksis dan vit K¹ 1 Mg ( IM ) di paha kiri anterior lateral
46.  Melakukan pemeriksaan fisik bayi yakni mengukur lingkar dada, kepala, perut, dan lingkar lengan atas bayi
47.  Setelah 1 jam penyuntikan vit K¹ berikan suntikan imunisasi HB0 dipaha kanan
48.  Mengevaluasi jumlah perdarahan pervaginam dan pemantauan kontraksi
49.  Ajarkan ibu dan keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai his
50.  Mengevaluasi jumlah kehilangan darah.
51.  Memeriksa nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit
52.  Memeriksa kembali bayi untuk memastikan bahwa bayi bernapas dengan baik serta suhu tubuh normal.
53.  Memasukkan semua peralatan bekas pakai kedalam larutan klorin 0,5 % selam 10 menit kemudian cuci dan bilas peralatan setelah dekontaminasi.
54.  Membuang bahan-bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang sesuai
55.  Membersiahkan ibu dengan menggunakan air DTT
56.  Pastikan ibu merasa nyaman, lalu bantu ibu memberikan ASI. Anjurkan keluarga untuk memberikan ibu makan dan minum
57.  Dekontaminasi tempat bersih dengan larutan klorin 0,5 %
58.  Celupkan sarung tangan bekas pakai kedalam larutan klorin 0,5 %, rendam dalam keadaan terbalik selama 10 menit.
59.  Cuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir.
60.  Mendokumentasikan dan lengkapi partograf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar