Rabu, 01 Februari 2017

Asuhan Kebidanan PostNatal Care Fisiologi



MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN POSTNATAL FISIOLOGI
PADA NY “ T “ DENGAN NYERI PERINEUM
DI PUSKESMAS BATUA MAKASSAR
TANGGAL 23 AGUSTUS 2016


No. Register                : 1144/VIII/2016
Tanggal Masuk            : 22 Agustus 2016                   Jam 20.15 WITA
Tanggal Partus            : 23 Agustus 2016                   Jam 22.00 WITA
Tanggal Pengkajian     : 23 23 Agustus 2016              Jam 20.00 WITA
Nama Pengkaji           : Yulia Marwa

LANGKAH I. IDENTIFIKASI DATA DASAR
A.     Identitas Istri / Suami
Nama                   : Ny “ T “ / Tn “ F
Umur                    : 21 tahun / 24 tahun
Nikah / Lamanya : 1 X / ± 1 tahun
Suku                     : Flores/Flores
Agama                 : Kristen/Kristen
Pendidikan           : SMA/SMA
Pekerjaan             : IRT / Wiraswasta
Alamat                  : Jln.Toddopuli III blok 27 Rt.003 Rw.00 Panakukang

B.     Data Biologis / Fisiologis
1.    Keluhan Utama
Ibu mengatakan nyeri perineum karena luka jahitan
2.    Riwayat keluhan utama
a.    Keluhan timbul akibat jahitan perineum setelah melahirkan tanggal 23 Agustus 2016
b.    Sifat keluhan hilang timbul
c.    Lokasi keluhan didaerah perineum
d.    Ibu mengatakan ada pengeluaran darah dari jalan lahir
e.    Upaya untuk mengatasai keluhan utama dengan melakukan perawatan perineum

C.    Riwayat Kesehatan Lalu dan Sekarang
1.    Ibu tidak ada riwayat penyakit jantung, DM, hipertensi dan asma
2.    Ibu mengatakan tidak ada riwayat operasi dan opname
3.    Ibu mengatakan tidak ada riwayat PMS
4.    Ibu tidak ada riwayat alergi terhadap makanan dan tidak ada riwayat ketergantungan obat – obatan

D.    Riwayat Reproduksi
1.    Riwayat haid
a.    Menarche           : 14 tahun
b.    Siklus haid         : 28 – 30 hari
c.    Lama haid          : 5 – 7 hari
d.    Dismenorhea     : tidak ada
2.    Riwayat ginekologi
Ibu tidak pernah menderita penyakit infeksi organ reproduksi

E.     Riwayat Kehamilan Sekarang
1.    GI P0 A0
2.    HPHT tanggal 09 November 2015
3.    TP tanggal 16 Agustus 2016
4.    Pergerakan janin dirasakan oleh ibu pada bulan oktober 2013 saat kandungan berumur 4 bulan dan pergerakan lebih banyak dirasakan pada perut sebelah kanan.
5.    Ibu memeriksakan kehamilannya di puskesmas batua sebanyak 4 kali
6.    Keadaan umum ibu baik

F.     Riwayat Persalinan
1.    Kala I ( pembukaan kurang lebih 1 jam )
a.    Klien masuk puskesmas karena pengeluaran darah dan lendir dari jalan lahir mulai tanggal 22 Agustus 2016, jam 23.30 Wita disertai nyeri perut tembus kebelakang yang sifatnya hilang timbul
b.    His dirasakan mulai dari tanggal 22 Agustus 2015, jam 18.00 WITA
c.    Keadaan umum ibu baik dan kesadaran composmentis
2.    Kala II ( kurang lebih 10 menit )
a.    Berlangsung normal
b.    Bayi lahir tanggal 23 Agustus 2016 jam 07.25  Wita
c.    Jenis persalinan spontan, jumlah perdarahan ± 150 CC
d.    BBL : 3000 gram, PB : 48 cm, LK : 31 cm, LP : 32 cm, LD : 33 cm
e.    JK : ♀
f.     Ruptur perineum tingkat II
3.    Kala III
a.    TTV :
TD            : 110 / 80 mmHg
N              : 80 x / menit
P              : 20 x / menit
S              : 36,5 ºC
b.    Plasenta lahir lengkap jam 07.35 Wita
c.    Perdarahan ± 150 CC
d.    Kandung kemih kosong
e.    Laserasi tingkat II
4.    Kala IV
a.    Penguasaan 1 jam pertama
TTV :       TD        : 120 / 80 mmHg
        N         : 80 x / menit
                 P         : 20 x / menit
                 S         : 36,5 º C
b.    Kontraksi uterus baik, setinggi pusat, hecting jelujur dengan catgut
c.    Kandung kemih kosong
d.    Jumlah perdarahan ± 150 CC

G.    Riwayat Sosial, Ekonomi, Spiritual dan Psikologi
1.    Ibu sangat senang dengan kelahiran bayinya
2.    Pengambilan keputusan dalam keluarga adalah suami
3.    Segala kebutuhan dipenuhi oleh suami
4.    Ibu menganggap kelahiran bayinya merupakan anugrah dari Tuhan Yesus
5.    Ibu selalu berdoa selama persalinan dan bersyukur setelah persalinan selesai

H.    Riwayat KB
Ibu mengatakan tidak pernah menjadi akseptor KB

I.       Riwayat Kebutuhan Dasar
1.    Kebutuhan nutrisi
a.    Kebiasaan
Makan            : 3 kali sehari dengan porsi 1 piring ( nasi, sayur, ikan, tahu/tempe, dan buah- buahan )
Minum            : 6 – 8 gelas / hari
b.    Selama post partum tidak ada perubahan
2.    Kebutuhan eliminasi
a.    Kebiasaan
BAK    : Frekuensi    : 3 – 5 kali sehari
Warna           : kekuningan
Bau               : amoniak
BAB    : Frekuensi    : 1 – 2 kali sehari
Warna           : kuning kecoklatan
Bau               : amoniak
Konsistensi : padat
b.    Selama post partum
BAK    : Frekuensi    : 2 kali
Warna           : kuning
Bau               : amoniak
BAB
Ibu belum pernah BAB
3.    Kebutuhan istirahat
a.    Kebiasaan
Tidur siang    : ± 1- 2 jam / hari
Tidur malam  : ± 7 – 8 jam / hari
b.    Selama post partum
Ibu tidak pernah tidur siang dan tidur malam ibu terganggu akibat bayinya menangis.
4.    Personal hygiene
a.    Kebiasaan
Mandi             : 2 kali sehari
Keramas        : 3 kali seminggu
Sikat gigi        : 2- 3 kali sehari
Ibu mengganti baju / pakaian dalam setiap selesai mandi / basah
b.    Selama post partum
Ibu sudah mandi 1 kali, keramas, sikat gigi dan ganti pakaian
J.      Pemeriksaan Fisik
1.    Kesadaran umum ibu baik
2.    Kesadaran composmentis
3.    TTV    :
TD      : 120 / 80 mmHg
N        : 80 x / menit
P        : 20 x / menit
S        : 36,5 º C
4.    Inspeksi, palpasi, auskultasi
a.    Kepala
Bersih, rambut tidak rontok, tidak ada ketombe, rambut hitam – lurus, dan tidal ada nyeri tekan
b.    Wajah
Ekspresi wajah kadang meringis dan tidak ada oedema
c.    Mata
Konjungtiva merah muda, sclera putih bersih
d.    Mulut dan gigi
Mulut tampak bersih, bibir lembab, dan tidak ada gigi yang tanggal serta caries.
e.    Telinga
Simetris ki – ka , tidak ada secret
f.     Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, vena jugularis dan kelenjar limfe
g.    Payudara
Simetris ki – ka, puting susu menonjol, clostrum ada bila dipencet, tidak ada nyeri tekan dan tidak ada benjolan.
h.    Abdomen
Tidak ada bekas operasi, TFU 2 jrbpst, kontraksi uterus baik ( teraba keras dan bundar )
i.      Vulva dan perineum
Vulva bersih, tidak ada varises, tampak jahitan jelujur pada luka perineum masih basah dan pengeluaran lochia rubra.
j.      Tungkai dan ekstermitas bawah
Tidak terdapat oedema, tidak terdapat varises, dan refleks patella ki – ka baik.
k.    Anus
Tidak ada hemoroid dan oedema

LANGKAH II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL
Diagnosa       : Post partum hari pertama
DS                  : Ibu  melahirkan tanggal 23 Agustus 2016 jam 07.25 Wita
Ibu mengatakan ada pengeluaran darah dari jalan lahir
DO                  : TFU Setinggi pusat
Kontraksi uterus baik
Terdapat pengeluaran lochia rubra
Analisa dan interprestasi data
            Setelah bayi lahir maka uterus berkontraksi sehingga otot uterus yang berbentuk anyaman menjepit satu sama lain mengakibatkan pembuluh darah dan tempat implementasi plasenta dapat tertutup sempurna, hal ini menimbulkan mules yang disebut nyeri ikatan ( after point ), disertai pengeluaran secret berupa darah berwarna merah segar bercampur sisa – sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, sisa serviks caseosa, lanugo dan mekonium yang disebut “ lochia rubra “ yang terjadi pada hari 1 – 2 post partum. Selain itu terjadi involusi uteri dimana jaringan ikat dan jaringan otot mengalami proses protolitik berupa pemecahan protein yang dikeluarkan bersama urine. Proses ini menyebabkan uterus mengecil dan teraba TFU 2 jrbpst yang berlangsung hari 1 – 3 post partum.

Masalah Aktual : Nyeri luka jahitan perineum
DS  : ibu mengatakan nyeri pada luka jahitan perineum
DO :
Ekspresi wajah ibu tampak meringis kesakitan apabila bergerak
Perineum tampak masih basah, tampak luka jahitan pada perineum
Analisa dan interprestasi data
            Terputusnya kontunitas jaringan pada perineum menyebabkan rusaknya pembuluh darah perifer dan serabut saraf. Pada hipotalamus terjadi pelepasan secolimin dan bradikinin, kemudian rangsangan diteruskan ke otak saraf effent ke serabut saraf sensorik dan dipresepsikan sebagai rasa nyeri ( Sumber Asuhan maternal dan neonatal, hal 11 – 22 )

LANGKAH III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
Masalah Potensial   : Antisipasi terjadinya Infeksi pada luka jahitan
Ds                               : ibu mengatakan nyeri pada daerah luka jahitan
Do                               : Ekspresi wajah ibu tampak meringis saat bergerak
                                      Tampak luka jahitan pada perineum
                                      Tampak luka masih basah

Analisa dan interpretasi data
Adanya luka pada jahitan atau jaringan yang terjadi pada saraf persalinan daerah ini merupakan tempat yang banyak untuk  tumbuh kuman-kuman. Masuknya jenis-jenis pathogen tersebut kedalam serviks menyebabkan infeksi ( Ilmu Kebidanan Sarwono 2007 hal 415 )

LANGKAH IV. TINDAKAN SEGERA / KOLABORASI
Kolaborasi dengan Dokter/Bidan untuk pemberian Obat
1.    Asam Mefenamat 500 mg 3x1
2.    Cefadroxil 500 mg 2x1
3.    Livron 200 mg 1x1

LANGKAH V. RENCANA TINDAKAN / INTERVENSI
Diagnosa       : post partum hari pertama
Tujuan            : Post partum hari pertama berlangsung normal
                          Tidak terjadi infeksi luka jahitan
Nyeri perineum berkurang
Involusi uterus berlangsung normal
Kriteria           :KU ibu baik
TTV dalam batas normal :
        TD    : Sistole 110 – 130 mmHg
Diastole 70 – 90 mmHg
         N     : 60 – 90 x / i
         P     : 16 – 24 x / i
         S     : 36,5 – 37,5 ºC
Pengeluaran lochia normal sesuai dengan harinya
Kontraksi uterus baik

Intervensi / Rencana Tindakan
Tanggal 23 Agustus 2016
1.     Kaji tingkat nyeri
Rasional : di ketahui cara mengatasi tingkat nyeri dengan pemberian obat dan dapat mengidentifikasi apakah nyeri ringan atau berat
2.     Observasi TFU dan kontraksi uterus
Rasional : TFU digunakan sebagai indikator untuk mengetahui proses involusi uterus. TFU yang tidak sesuai menandakan kemungkinan adanya masalah pada masa nifas. Kontraksi uterus yang baik menandakan bahwa prose involusi berjalan baik
3.     Observasi tanda-tanda infeksi pada luka perineum
Rasional :  mengetahui keadaan ibu dan dapat menentukan tindakan selanjutnya
4.     Observasi pengeluaran lochia
Rasional : perubahan lochia mulai dari warna, bau, jumlah dan perpanjangan waktu merupakan indikator untuk mengetahui terjadinya infeksi yang disebabkan oleh involusi yang kurang baik
5.     Beri HE pada ibu
a.  Makanana bergizi seimbang
     Rasional : dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang maka dapat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga dapat mempertahankan stamina dan membantu proses penyembuhan.
b.  Istirahat yang cukup
     Rasional : dengan istirahat yang cukup maka dapat memulihkan kembali kekuatan fisik dan juga mental serta mempercepat proses penyembuhan

c.   Mobilisasi dini
Rasional  : dengan mobilisasi dini dapat mempercepat proses penyembuhan luka serta dapat mengurangi bendungan lochia dalam rahim dan untuk meningkatkan peredaran darah disekitar alat kelamin.
6.     Jelaskan pada ibu tentang tanda bahaya selama masa nifas
a.    Lelah dan sulit tidur
b.    Adanya tanda infeksi
c.    Sakit kepala terus – menerus
d.    Lochia berbau busuk dan sangat banyak
e.    Puting susu pecah dan mammae bengkak
f.     Penglihatan kabur
g.    Oedema, sakit, panas pada tungkai
Rasional : tanda bahaya dalam masa nifas perlu diketahui oleh ibu agar lebih waspada dan menjaga kesehatannya.
7.     Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demond
Rasional : dengan adany isapan bayi dapat memicu pengeluaran hormone oksitosin untuk kontraksi dan pengeluaran ASI
8.     Berikan antibiotik / suplemen sesuai kebutuhan
Rasional : dengan ibu meminum obat  dapat membantu proses pengembalian kesehatan ibu seperti keadaan sebelum melahirkan. Antibiotik menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi atau mengurangi rasa nyeri.


LANGKAH VI. IMPLEMENTASI
Tanggal 23 Agustus 2016
1.     Mengobservasi TTV
2.     Mengobservasi TFU dan kontraksi uterus
3.     Mengobservasi pengeluaran lochia
4.     Memberikan HE tentang         :
a. Makanan bergizi seimbang
b. Istirahat yang cukup
c. Mobilisasi dini
5.     Mengobservasi tanda- tanda infeksi luka perineum
6.     Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demond
7.     Menjelaskan pada ibu tentang tanda bahaya selama masa nifas
8.     Memberikan antibiotik dan suplemen sesuai kebutuhan ibu
Cefadroxil 500 mg 3x1
Asam mefenamat 500 mg 2x1
Livron 200 mg 1x1

LANGKAH VII. EVALUASI
Tanggal 23 Agustus 2016
1.     Keadaan umum ibu baik
2.     TTV          :
TD : 120 / 80 mmHg
 N  : 80 x / i
 P  : 20 x / i
 S  : 36,5 º C
3.     Perlangsungan post partum normal, ditandai dengan :
TFU setinggi pusat
Pengeluaran lochia rubra
4.     Tidak terdapat tanda-tanda infeksi luka perineum
5.     Ibu mengerti tentang HE yang telah dijelaskan
6.     Ibu mengerti tentang tanda bahaya dalam masa nifas
7.     Ibu bersedia menyusui bayinya secara on demond
8.     Ibu bersedia meminum obat yang telah diberikan




PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN POSPARTUM FISIOLOGI
PADA NY “ T “ DENGAN NYERI PERINEUM HARI PERTAMA
DI PUSKESMAS BATUA MAKASSAR
TANGGAL 24 MARET 2014


No. Register                : 1144/VIII/2016
Tanggal Masuk            : 22 Agustus 2016                   Jam 20.15 WITA
Tanggal Partus            : 23 Agustus 2016                   Jam 22.00 WITA
Tanggal Pengkajian     : 23 23 Agustus 2016              Jam 20.00 WITA
Nama Pengkaji           : Yulia Marwa

LANGKAH I. IDENTIFIKASI DATA DASAR
Identitas Istri / Suami
Nama                   : Ny “ T “ / Tn “ F
Umur                    : 21 tahun / 24 tahun
Nikah / Lamanya : 1 X / ± 1 tahun
Suku                     : Flores/Flores
Agama                 : Kristen/Kristen
Pendidikan           : SMA/SMA
Pekerjaan             : IRT / Wiraswasta
Alamat                  : Jln.Toddopuli III blok 27 Rt.003 Rw.00 Panakukang

Data Subjektif ( S )
1.  Ibu mengatakan masih merasakan nyeri pada luka jahitan pada saat melahirkan
2.  Ibu mengatakan ada pengeluaran darah dari jalan lahir berwarna merah kehitaman
3.  Ibu mengatakan sudah meminum obat yang diberikan

Data objektif ( O )
1.    KU ibu baik
2.    TTV :
TD   : 110 / 80 mmHg
 N     : 82 x / i
 P     : 18 x / i
 S     : 36, 5 ºC
3.    Kontraksi uterus baik ( teraba keras dan bundar )
4.    Ibu terlihat menggunakan gurita
5.    Pengeluaran lochia rubra
6.    Tidak terdapat tanda-tanda infeksi pada luka perineum
7.    Payudara teraba keras, puting susu terbentuk dan ada kolostrum
8.    Ibu terlihat bahagia dengan anak keduanya
9.    Involusi uterus berjalan normal
Assesment ( A )
Post partum hari pertama

Planning ( P )
Tanggal 23 Agustus 2016
1.    Mengobservasi TTV
Hasil : TD   : 110 / 80 mmHg
             N     : 82 x / i
             P     : 18 x / i
             S     : 36, 5 º C
2.    Mengobservasi TFU dan kontraksi uetrus
Hasil           : TFU setinggi pusat dan kontraksi uterus baik (teraba keras dan bundar)
3.    Memberikan HE tentang :
a.    Perawatan luka perineum
b.    Cara menyusui yang benar
Hasil : ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan
4.    Menganjurkan ibu untuk rutin minum obat yang telah diberikan
Hasil : ibu bersedia melakukannya
5.    Mendiskusikan dan menganjurkan ibu untuk menjadi akseptor KB
Hasil : ibu mengetahui macam – macam KB dan mengetahui apa yang dianjurkan









Tidak ada komentar:

Posting Komentar